Rabu, 31 Maret 2021

 

“MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN”

Dr.M.Ridwan jalil.M.Pd.I

(Wakil Ketua MUI Kota Jambi)

 

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ، فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِـمِيْنَ ؛ أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ ;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 

KAUM MUSLIMIN JAMA’AH SHOLAT  JUM’AT ROHIMAKUMULLAH

Sebenter lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan , lalu apa persiapan kita dam menyambut bulan suci Ramdhan;

 

1.Berdoa agar disampaikan umur pada bulan suci Ramdhan

Diriwayatkan Ibnu Rajab dari Yahya bin Abi Katsir dalam kitab Lathaif al-Ma'arif, Hal: 158).

اللّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلىَ رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُقَبَّلاً

“Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan, sampaikanlah bulan Ramadhan kepada kami, dan terimalah amalan-amalan kami.”

Sebab umur kita tidak ada yang tahu, kita pikir umur kita sampai pada ramadhan tahun ini, tahu-tahu keburu dipanggil Allah  SWT, padahal amal kita belum seberapa. Untuk itu selalu la berdoa agar Allah berikan kesempatan kebali untuk menikmati indahnya Ramdhan Tahun ini.

2.Ucapkan Marhaban Ya Ramdhan

Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, Nabi Muhammad  berpidato di hadapan para sahabatnya. “yâ ayyuhannâs “Wahai manusia, akan datang satu bulan yang akan  menaungi kalian, bulan yang agung, penuh barokah, di dalamnya diwajibkan berpuasa. Dalam riwayat lain Rasulullah  SAW bersabda,

 

اَتَاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُوْرِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَاَهْلاً جَاءَ شَهْرُ الصِّيَامِ بِالبَرَكَاتِ فَاكْرِمْ بِهِ مِنْ رَائِرٍ هُوَ اَتٍ

Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka selamat datanglah kepadanya. Telah datang bulan shaum membawa segala rupa keberkahan. Maka alangkah mulianya tamu yang datang itu.” (HR. Ath-Thabrani).

 

Dalam konteks sekarang “Marhaban Ya Ramdhan” bukan hanya di ucapkan tapi perlu di bentangkan sepanduknya di setiap persimpangan dan diramaikan di dalam Facebook, WhatsApp, instagram dan lainnya agar syiarnya betul-betul membahana, dan membuat agama lain tertarik, dengan keindahan Ramdhan. Kirimkan ucapan “Marhaban Ya Ramdhan”.

 

3.Bersih-bersih

Bulan Ramadhan adalah sayyidusuhur (penghulu dari sekian bulan) dan juga bulan suci, maka sesuatu sebelum masuk bulan yang suci maka sucikanlah diri kita dengan tobat dan banyak istighfar sebab jika hati sudah bersih dan ikhlas maka insyaallah ibdah seberat apaun akan terasa ringan karena sudah dilakukan dengan ikhlas, hati yang bersih. Dalam pengertian yang lebih luas agar ramadhan ini terjaga kebersihannya dan kesuciannya maka sebelum masuk bulan Ramdhan bersihkanlah hati, pakaian dan tempat. Bersih niat kita untuk ibadah, bersih pakaian kita untuk ibadah, bersih rumah dan masjid kita untuk ibadah dan bersih pula kuburan ayah dan ibu kita.

Nabi menganjurkan mencuci pakaian dan membersihkannya.

أتانا - رسولُ الله - صلَّى الله عليه وسلم - فرأى رجُلاً شعِثاً قد تفرَّقَ شَعرُهُ ، فقال: "أما كان هذا يَجدُ ما يُسَكِّنُ به شَعْرَهَ؟ ورأى رجُلاً آخر عليه ثيابٌ وسِخَة فقال: "أَما كان هذا يجدُ ما يَغسِلُ به ثوبَهُ؟ "

“Rasulullah mendatangi kami dan beliau melihat seseorang berdebu dan rambutnya terburai. Maka beliau bersabda, “Apakah dia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat merapikan rambutnya. Dan beliau melihat orang lain memakai baju kotor, maka beliau bersabda, “Apakah dia tidak mendapatkan apa yang dapat mencuci bajunya.”

 

4.Latihan puasa Sya’ban

Bulan Sya’ban adalah bulan yang banyak memiliki faedah. Beberapa amalan telah diajarkan ulama, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, memperingati malam Nishfu Sya’ban, serta berpuasa di bulan Sya’ban.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam al Bukhari disebutkan:

"لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ...


Nabi tidak berpuasa pada satu bulan lebih banyak selain di bulan Sya’ban. Sesungguhnya Nabi berpuasa pada bulan Sya’ban (seolah-olah) pada seluruh bulan.” (HR. Bukhari)

 

Agar tidak terasa berat maka ibarat orang mau bertanding silat amaka sebelum tampil perlu pemanasan agar tidak kaku. Puasa syakban juga demikian ini puasa pemanasan agar nanti puasa ramadhan tidak kaget.

 

5.Membuka kembali Risalah Ramadhan

Mempelajari kembali buku-buku tentang ramadhan seperti  sperti syarat sah puasa, rukun puasa, yang membatalkan puasa, tentang fadhilah sahur, berbuka, dan tentang sholat qiyamullai, seperti taraweh dan witir. Agar kita ketika dalam bualan ramadhan nanti tidak ragu-ragu lagi tentang hukum-kuhumnya.

6.Memprogram kegiatan Ramdhan

Di bulan syakban ini, segra dibuat rencana kegiatan ramadhan baik bagi pengurus masjid maupun para ustaz-ustaz penceramag. Pengurus masjid sudah menetapkan kegiatan ramadahanya, siapa yang menjadi iman taraweh siapa yang menjadi penceramah kultum ramadhannya, kemuadian berbuka puasa, petugas membangunkan sahur  dan lainya. Ini penting agar ramadhan tidak sia-sia dan  benar-benar menjadi madrasah bagi masyakat dilingkungan masjid dan mushollah.

Bauatlah kajian-kajian agar masyakat/umat mendapat ilmu/bekal dalam menjalan hidup, dan semakin cerdas dalam beragama.jangan sia-siakan momentum ramadahan yang baik ini untuk menimba ilmu dari tuan-tuan guru kita dalam kultum ramadhan. Masjid dan musholla di upayakan menghadirkan para penceramah untuk mencerdaskan umat, jangan hanya sholat taraweh saja sebeb menuntut ilmu adalah wajib sedangakan taraweh sunnat. Jadi mumpung hari baik bulan baik kita belajar disetiap kesempatan.

 

 

 

7.Persiapkan diri dan harta

Untuk menjalankan puasa selama satu bulan ramadhan kita butuh badan yang sehat dan kuat, untuk itu persiapkan pisik kita agar  kita sehat, kemasjid harus tetap mengikuti protokl kesehatan, cuci tangan, pake masker. Yang sakit tak usah kemasjid dirumah saja agar penyakitnya tidak menular kepada jamaah yang lain, sebab covid 19 tidak milih-milih korbanya. Olehkarena itu waspada.

Juga siapkan harta untuk apa?..untuk bisa bersedekah dalm bulan ramdhan nanti sebab sedekah yang paling utama adalah dalam bulang ramadhan;

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسٰنَ لَفِى خُسْرٍ إِلَّا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِالصَّبْرِ.

اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

 

 

 

KHUTBAH KE DUA

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُفَيَآ أَيـُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ عَلَى الدِّيْنِ الْقَوِيْمِ. . وَقَالَ تَعاَلَى : اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى   يآ اَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

 اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ . رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ


Sabtu, 06 Maret 2021

SHOLAT ZHUHUR DI HARI JUMAT UNTUK PEREMPUAN

 

 

 

Ado jamaah bertanyo, pak ustaz  sayo pernah mendengar ceramah kantonyo kalu ibu-ibu sholat zuhur di hari jumat  maka baru bole sholat zuhur ketika bapak2 sudah bale dari sholat  jumat?..apo betul seperti itu..

 

Jawab.

tidak sperti itu,,,ibu-ibu yang mau melakukan sholat jumat tidak harus menunggu bapak2 bale dari sholat, kalu waktu zhuhur sudah masuk waktu ia bole sholat zhuhur.

COVER BUKU PIQIH DR.RIDWAN JALIL.M.PD.I


 

Kamis, 08 Oktober 2020

BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI FITNAH DAJJAL

 



KHUTBAH JUMAT

BERLINDUNG DARI FITNAH DAJJAL

Dr.Ridwan Jalil

 

 اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةً وَّسُرُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

 

KAUM MUSLIMIN JAMAAH SHOLAT JUMAT YANG BERBAHAGIA.

 

Nabi kita mengajarkan sebuah doa  manakala  selesai membaca tasyahhud hendaknya membaca doa  perlindungan  kepada Allah dari empat perkara.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ

 

 

 

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu

مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

 


1.Dari azab kubur;

وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ

 

 


2.Dari azab Neraka Jahannam;

وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

 

3.Dari fitnah kehidupan dan kematian;

وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

 

4.Dari keburukan fitnah Dajjal

 (HR. Muttafaq ‘alaih)


MA’ASIROL MUSLIMIN ROHIMAKUMULLAH.

       Dalam hadits Nabi yang berbentuk doa ini, Nabi mengajarkan agar kita berlindung kepada Allah dari “FINAH KEHIDUPAN’, apa maknanya?, ingat hadirin artinya hidup ini akan penuh dengan fitnah, tipu daya, propaganda dan pemutarbalikan fakta , itulah yang dilakukan iblis pertamakali untuk menjatuhkan Nabi Adam dari surga. Perhatikan firman Allah;

وَقُلۡنَا يٰٓـاٰدَمُ اسۡكُنۡ اَنۡتَ وَزَوۡجُكَ الۡجَـنَّةَ وَكُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوۡنَا مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ

"Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zhalim!"(QS.AlBaqarah:35)

Lihat dalam ayat ini sebenarnya Nabi Adam sudah tahu kalau mendekati pohon khuldi, apa lagi makan buahnya akan menjerumuskankan nya. Tapi Dia  tidak berdaya dengan tipu daya iblis yang memutarbalikan fakta yang salah jadi benar, yang benar jadi salah yang dihembuskannya kepada seorang perempuan yang benama HAWA.

 

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua” (QS al-A’raf : 20-21).

Dari ayat ini nampak jelas pemutar balikan fakta yang dilakukan iblis; yang tidak boleh dikatakanya boleh, yang boleh dikatakan tidak boleh. Yang baik jadi buruk yang buruk jadi baik. Ternyata ini adalah sifat iblis yang terus dikembangkan dan diinovasi oleh para pendukung-pendukung Iblis dengan berbagai model kemasan yang menarik. Misi jahat dikemas dengan pilihan kata yang menarik, sopan santun. Namun apa yang terjadi si Iblis sudah menyiapkan jurang yang menganga yang akan menjerumuskan manusia kapada kehancurannya. Perhatikan firman Allah in;


وَمِنَ النَّاسِ مَنۡ يُّعۡجِبُكَ قَوۡلُهٗ فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَيُشۡهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِىۡ قَلۡبِهٖۙ وَهُوَ اَلَدُّ الۡخِصَامِ

Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.(QS.Al-Baqarah: 204)

Berdasarkan ayat ini  ternyata sifat Iblis (pemutarbalikan fakta) yang benar jadi salah, yang salah jadi benar, ternyata diwariskan kepada manusia, dimana Allah menghabarkan akan adanya manusia yang bersifat Iblis. Tutur katanya sangat manis dan menarik tapi nyatanya dialah yang menjerumuskan banyak manusia lainnya. Untuk itu kata Nabi, setiap sholat berlindunglah kepada Allah dari fitnah kehidupan orang-orang bermuka manis tapi berhati srigala.

 

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH.

Terakhir berlindunglah kepada Allah dari Dajjal (si buruk perangai). Siapa itu Dajjal?...dalam banyak hadits meriwayatkan sosok Dajjal, di anataranya  mata   sebelah kanan buta, yang berfungsi hanya mata sebelah kiri.  Apa maknanya ? di akhir zaman ada orang buta dengan agama aliyas  memejamkan mata terhadap urusan akhirat, matanya hanya terbuka dengan urusan duniawi/harta. Untuk itu ia menghalalkan segala cara demi duniawi semata tanpa memikirkan/menghiraukan akhirat.  Dan kata Rasulullah;

اَوَّلُ مَنْ يَتَّبِعُهُ النِّسَاءُ

“yang pertamakali menjadi pengikut Dajjal (Si Pendusta) ini adalah Wanita”.(HR.At-Thabrani)

            Mengapa wanita karena wanita sangat mudah ditipudaya, dan kelemahan laki-laki adalah menghadapi wanita. Nabi Adam sangat tegar mengahadapi Iblis, tapi menghadapi istrinya Hawa dia tidak berdaya.

        Di akhir zaman pasukan Dajjal yang paling ditakuti adalah pasukan wanita, karenanya tidak sedikit laki-laki/ kaum suami yang sholeh,suci tegar dan kuat tidak berdaya dan terjerumus karena wanitanya, karena istrinya. Untuk itu  Allah telah mengingatkan dalam firmannya;

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Wahai bani Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaiman ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al A’raaf: 27 ).

Mari kita bersungguh-sungguh membaca doa ini, agar Allah benar-benar menjaga kita dari fitnah dunia dan fitnah Dajjal di akhir zaman ini. Amin ya Rabbal alamin.

 

 

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

 

 

Khutbah Kedua

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُفَيَآ أَيـُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ عَلَى الدِّيْنِ الْقَوِيْمِ. . وَقَالَ تَعاَلَى : اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى   يآ اَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

 اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ . رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

 

 

 

 

 

 

 





MAKNA LEBARAN DITINJAU DARI ASPEK PENDIDIKAN

MAKNA LEBARAN DITINJAU DARI ASPEK  PENDIDIKAN Oleh. Dr.H.M.Ridwan Jalil.M.Pd.I Setelah berpuasa satu bulan lamanya, Berzakat fitrah menurut ...